Vertigo Bukan Sekadar Pusing: Kenali Gejala, Penyebab, dan Kapan Harus ke Dokter

Pernah tiba-tiba merasa ruangan di sekitar seperti berputar, tubuh terasa kehilangan keseimbangan, atau merasa harus segera berpegangan agar tidak jatuh?

Keluhan seperti ini bisa menjadi tanda vertigo.

Vertigo bukan sekadar pusing biasa. Vertigo merupakan sensasi seolah-olah tubuh atau lingkungan di sekitar bergerak atau berputar, padahal sebenarnya tidak terjadi pergerakan. Keluhan ini dapat mengganggu keseimbangan dan aktivitas sehari-hari, serta dapat disertai mual, muntah, berkeringat, atau kesulitan berjalan. (MedlinePlus, 2026)

Karena pusing dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, penting untuk mengenali apa yang sebenarnya terjadi dan mengetahui kapan keluhan tersebut perlu diperiksakan.

Apa Itu Vertigo ?

Banyak orang menggunakan istilah “pusing” untuk berbagai macam keluhan. Padahal, pusing tidak selalu berarti vertigo.

Pada vertigo, seseorang biasanya merasakan sensasi berputar, seolah-olah dirinya atau lingkungan di sekitarnya bergerak. Keluhan dapat menjadi lebih berat ketika berdiri, berjalan, atau menggerakkan kepala. (MedlinePlus, 2026)

Vertigo dapat berkaitan dengan gangguan pada telinga bagian dalam yang berperan dalam menjaga keseimbangan maupun gangguan pada bagian tertentu dari sistem saraf pusat. (MedlinePlus, 2026)

Apa Saja Penyebab Vertigo?

Beberapa penyebab vertigo yang umum adalah :

Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV)

BPPV merupakan gangguan pada telinga bagian dalam yang menyebabkan sensasi berputar terutama ketika kepala berada pada posisi tertentu. Kondisi ini terjadi ketika partikel kalsium kecil yang normalnya berada di bagian tertentu telinga dalam berpindah ke tempat yang tidak semestinya sehingga mengganggu sinyal keseimbangan yang diterima otak. (MedlinePlus, 2026)

Selain BPPV, vertigo juga dapat berkaitan dengan beberapa gangguan lain pada telinga bagian dalam dan sistem keseimbangan.

Penyakit Ménière

Penyakit Ménière merupakan gangguan pada telinga bagian dalam yang dapat menyebabkan serangan vertigo berulang. Kondisi ini juga dapat disertai telinga berdenging, rasa penuh atau tertekan pada telinga, serta gangguan pendengaran. (MedlinePlus, 2026)

Labirinitis

Labirinitis adalah peradangan atau pembengkakan pada bagian telinga dalam yang berperan dalam pendengaran dan keseimbangan. Kondisi ini dapat menyebabkan vertigo, gangguan keseimbangan, dan gangguan pendengaran. Labirinitis sering berkaitan dengan infeksi, termasuk setelah mengalami infeksi saluran pernapasan seperti pilek atau flu. (MedlinePlus, 2026)

Vestibular Neuritis

Vestibular neuritis adalah gangguan atau peradangan pada saraf vestibular, yaitu saraf yang membawa informasi mengenai keseimbangan dari telinga bagian dalam ke otak. Gangguan pada saraf ini dapat menyebabkan vertigo dan gangguan keseimbangan. Berbeda dengan labirinitis, vestibular neuritis terutama berkaitan dengan saraf keseimbangan.

Selain gangguan pada telinga bagian dalam dan sistem vestibular, vertigo juga dapat berhubungan dengan migrain, cedera kepala, penggunaan obat-obatan tertentu, maupun gangguan pada sistem saraf pusat.

Kenali Gejala Vertigo

Gejala utama vertigo adalah sensasi seolah-olah tubuh atau lingkungan di sekitar berputar. Keluhan dapat muncul secara tiba-tiba dan pada beberapa jenis vertigo dapat dipicu oleh gerakan kepala atau perubahan posisi tubuh.

Selain sensasi berputar, gejala yang dapat muncul antara lain :

·         Mual atau muntah

·         Gangguan keseimbangan

·         Kesulitan berdiri atau berjalan

·         Telinga berdenging

·         Gangguan pendengaran

·         Gangguan penglihatan atau fokus penglihatan

Gejala yang dialami setiap orang dapat berbeda, tergantung pada penyebab vertigo. Karena itu, informasi mengenai kapan keluhan muncul, berapa lama berlangsung, dan apa yang memicunya penting untuk disampaikan kepada dokter. (MedlinePlus, 2025)

Kapan Vertigo Harus Diperiksakan?

Vertigo yang berulang, menetap, semakin berat, atau mengganggu aktivitas sehari-hari sebaiknya diperiksakan kepada tenaga medis. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang sesuai. (MedlinePlus, 2026)

🚨 Waspadai Tanda Bahaya

Segera cari pertolongan medis apabila vertigo disertai:

      ·         Gangguan bicara atau bicara pelo

·         Kelemahan atau kelumpuhan pada anggota tubuh

·         Gangguan penglihatan, termasuk penglihatan ganda

·         Gangguan koordinasi atau kesulitan berjalan

·         Pingsan atau penurunan kesadaran

·         Gejala neurologis lain yang muncul secara tiba-tiba

Gejala tersebut dapat menjadi tanda kondisi yang lebih serius, termasuk stroke atau gangguan pada otak, sehingga membutuhkan penilaian medis segera. (MedlinePlus, 2026)

Bagaimana Vertigo Didiagnosis?

Untuk mengetahui penyebab vertigo, dokter akan menanyakan karakteristik keluhan, seperti kapan vertigo mulai muncul, berapa lama berlangsung, faktor yang memicu atau memperburuk keluhan, riwayat penyakit, serta obat-obatan yang sedang digunakan. (MedlinePlus, 2026)

Pemeriksaan fisik dapat mencakup penilaian gerakan mata, keseimbangan, cara berjalan, dan pendengaran sesuai dengan kondisi pasien. Pemeriksaan keseimbangan dapat membantu dokter mengetahui sumber gangguan dan menentukan penanganan yang tepat. (MedlinePlus, 2026)

Pada pasien yang dicurigai mengalami BPPV, dokter dapat melakukan pemeriksaan posisi tertentu, salah satunya manuver Dix-Hallpike, untuk membantu memastikan diagnosis. (Bhattacharyya et al., 2017)

Bagaimana Vertigo Ditangani?

Penanganan vertigo bergantung pada penyebabnya. Karena penyebab dan kondisi setiap pasien dapat berbeda, terapi yang diberikan juga tidak selalu sama.

Pada BPPV, salah satu terapi yang dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan adalah canalith repositioning procedure, yaitu manuver untuk membantu mengembalikan partikel di telinga bagian dalam ke lokasi yang sesuai.(Bhattacharyya et al., 2017)  

Guideline BPPV dari American Academy of Otolaryngology–Head and Neck Surgery merekomendasikan penggunaan manuver reposisi yang sesuai pada pasien dengan BPPV.

Pada kondisi tertentu, pasien dapat memerlukan latihan keseimbangan atau rehabilitasi vestibular. Obat-obatan juga dapat digunakan sesuai indikasi dan penyebab keluhan. American Academy of Otolaryngology–Head and Neck Surgery

Karena itu, sebaiknya jangan menentukan pengobatan sendiri hanya berdasarkan gejala yang dirasakan. Pemeriksaan membantu menentukan penyebab dan penanganan yang sesuai.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Vertigo Kambuh?

Ketika vertigo muncul, hal terpenting adalah menjaga diri agar tidak jatuh atau mengalami cedera. (MedlinePlus, 2025)

Beberapa langkah yang dapat dilakukan:

1.  Segera duduk atau berbaring di tempat yang aman.

2.  Hindari gerakan kepala secara tiba-tiba.

3.  Jika ingin bangun, lakukan secara perlahan dan pastikan kondisi

     sudah lebih stabil.

4.  Gunakan pegangan atau bantuan ketika berjalan jika keseimbangan

     masih terganggu.

5.  Hindari aktivitas yang berisiko menyebabkan jatuh atau kecelakaan

     selama keluhan masih berlangsung.

6.  Jika vertigo berulang, semakin berat, atau disertai gejala baru,               lakukan pemeriksaan medis.

Jangan Anggap Semua Pusing sebagai Vertigo

Pusing merupakan keluhan yang dapat disebabkan oleh berbagai kondisi. Tidak semua rasa pusing berarti vertigo.

Karena itu, pemeriksaan oleh tenaga medis penting untuk membedakan vertigo dengan kondisi lain dan menentukan apakah diperlukan pemeriksaan atau penanganan lebih lanjut.

Jangan hanya berusaha menghilangkan rasa pusing tanpa mengetahui penyebabnya, terutama jika keluhan sering berulang, menetap, atau disertai gejala lain.

Jangan Biarkan Vertigo Mengganggu Aktivitas Anda

Vertigo dapat mengganggu keseimbangan, aktivitas sehari-hari, dan kualitas hidup. Dengan pemeriksaan yang tepat, penyebab keluhan dapat dievaluasi sehingga pasien dapat memperoleh penanganan yang sesuai dengan kondisinya. (Bhattacharyya et al., 2017)

Jika Anda mengalami vertigo atau keluhan pusing yang berulang, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

RSU Jati Husada Karanganyar Siap Melayani Kebutuhan Kesehatan Anda

Mengalami vertigo atau keluhan pusing yang berulang?

RSU Jati Husada Karanganyar hadir untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi Anda dan keluarga. Konsultasikan keluhan kesehatan Anda kepada tenaga kesehatan agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.

IGD RSU Jati Husada Karanganyar siap memberikan pelayanan 24 jam, 7 hari.

Jangan menunda mendapatkan pertolongan apabila vertigo disertai gejala yang berat atau tanda-tanda kegawatan.

Informasi RSU Jati Husada Karanganyar

Alamat :
Jl. Raya Solo – Tawangmangu Km 10,3, Jati, Jaten, Karanganyar 57731

Telepon Informasi :
(0271) 821910

IGD 24 Jam :
(0271) 6497619

WhatsApp :
+62 895-0530-7522

IGD : 24 Jam / 7 Hari


Referensi

1.  MedlinePlus. Dizziness and Vertigo. National Library of Medicine.   2026.

2.  MedlinePlus Medical Encyclopedia. Vertigo-associated disorders.   National Library of Medicine. 2025.

3. MedlinePlus Medical Encyclopedia. Benign positional vertigo.   National Library of Medicine. 2026.

4.  MedlinePlus Medical Encyclopedia. Dizziness. National Library of   Medicine. Reviewed April 1, 2025.

5.    Bhattacharyya N, Gubbels SP, Schwartz SR, et al. Clinical Practice  Guideline:Benign Paroxysmal Positional Vertigo (Update).  Otolaryngology–Head and Neck Surgery. 2017;156(3):S1–S47.

6. American Academy of Otolaryngology–Head and Neck     Surgery. Clinical Practice Guideline: Benign Paroxysmal Positional   Vertigo (Update). 2017.