Kenali Tanda Kegawatdaruratan pada Ibu dan Bayi, Jangan Sampai Terlambat Mendapat Pertolongan

 

Karanganyar — Kehamilan, persalinan, dan masa setelah melahirkan merupakan periode penting yang membutuhkan perhatian ibu dan keluarga. Meskipun sebagian besar kehamilan dapat berlangsung dengan baik, kondisi kegawatdaruratan dapat terjadi secara tiba-tiba dan membutuhkan pertolongan segera.

Karena itu, mengenali tanda bahaya dan segera mencari pertolongan merupakan langkah penting untuk menjaga keselamatan ibu dan bayi. 2) 3)

Kenali Tanda Bahaya pada Ibu

Ibu hamil perlu segera mendapatkan pemeriksaan apabila mengalami:

·         Perdarahan dari jalan lahir.

·         Sakit kepala hebat atau gangguan penglihatan.

·         Nyeri perut yang hebat.

·         Kejang.

·         Demam atau kondisi tubuh sangat lemah.

·         Sesak atau kesulitan bernapas.

·         Air ketuban keluar sebelum waktunya.

·         Gerakan janin berkurang atau tidak terasa seperti biasanya.

·         Muntah terus-menerus hingga sulit makan dan minum.

Tanda-tanda tersebut tidak selalu berarti terjadi kegawatdaruratan, tetapi perlu dinilai oleh tenaga kesehatan. Jangan menunggu sampai kondisi semakin berat. 2) 3)

Waspadai Saat Persalinan dan Setelah Melahirkan

Saat persalinan maupun setelah melahirkan, keluarga perlu segera mencari pertolongan apabila ibu mengalami perdarahan banyak, kejang, penurunan kesadaran, sesak napas, nyeri hebat, demam, atau kondisi yang memburuk secara tiba-tiba. 1) 3)

Masa setelah melahirkan juga tetap membutuhkan perhatian. Ibu sebaiknya tidak mengabaikan keluhan yang terasa tidak normal dan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila kondisi mengkhawatirkan.

Kenali Tanda Bahaya pada Bayi Baru Lahir

Bayi baru lahir juga membutuhkan pemantauan karena kondisinya dapat berubah dengan cepat.

Segera bawa bayi ke fasilitas kesehatan apabila:

·  Bayi tidak mau atau sulit menyusu.

· Bayi tampak sangat lemah atau sulit dibangunkan.

·  Bayi mengalami kejang.

·  Bayi mengalami sesak atau kesulitan bernapas.

·  Bayi demam atau tubuhnya terasa terlalu dingin.

·  Bayi muntah terus-menerus.

·  Bayi tampak kebiruan.

· Bayi mengalami kuning yang muncul sangat dini atau semakin berat.

· Terdapat tanda infeksi pada tali pusat.

Beberapa tanda tersebut merupakan tanda bahaya pada bayi baru lahir yang membutuhkan penilaian dan pertolongan medis segera. 2) 3) 4)

Apa yang Harus Dilakukan Keluarga?

Ketika menghadapi kondisi darurat, keluarga sering kali panik. Namun, jangan menunda mencari pertolongan.

Yang dapat dilakukan:

1.   Segera minta bantuan.
Hubungi tenaga kesehatan atau fasilitas pelayanan kesehatan yang dapat memberikan pertolongan.

2.  Jangan melakukan tindakan sembarangan.
Hindari memberikan obat atau melakukan tindakan medis tanpa arahan tenaga kesehatan.

3.  Bawa informasi kesehatan yang diperlukan.
Jika memungkinkan, bawa Buku KIA dan informasi mengenai riwayat kehamilan, persalinan, maupun kondisi bayi.

4.  Ikuti arahan tenaga kesehatan.
Tenaga kesehatan akan melakukan penilaian dan menentukan penanganan atau kebutuhan rujukan sesuai kondisi pasien. 1) 2)

Persiapkan Diri Sebelum Persalinan

Kegawatdaruratan memang tidak selalu dapat diprediksi, tetapi keluarga dapat mempersiapkan diri dengan melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin, mengetahui tanda bahaya, menentukan fasilitas kesehatan untuk persalinan, menyiapkan transportasi, serta menyimpan nomor kontak penting. 2)

Semakin cepat tanda bahaya dikenali, semakin cepat pula pertolongan dapat diberikan.

PONEK dan Kesiapan Rumah Sakit

Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) merupakan bagian penting dalam pelayanan kegawatdaruratan ibu dan bayi di rumah sakit.

Kementerian Kesehatan telah menetapkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/560/2025 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif di Rumah Sakit sebagai pedoman penyelenggaraan PONEK. 1)

Kesiapan PONEK membutuhkan tenaga kesehatan yang kompeten, koordinasi antarprofesi, fasilitas yang memadai, serta sistem penanganan dan rujukan yang terorganisasi.

RSU Jati Husada Karanganyar terus melakukan penguatan kompetensi dan kesiapsiagaan tenaga kesehatan sebagai bagian dari komitmen terhadap keselamatan dan mutu pelayanan ibu dan bayi.

Jangan Tunggu Sampai Terlambat

Kenali tanda bahaya. Jangan menunda mencari pertolongan. Utamakan keselamatan ibu dan bayi.

Apabila ibu atau bayi mengalami kondisi yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan kepada tenaga kesehatan atau datang ke fasilitas pelayanan kesehatan.

RSU Jati Husada Karanganyar

RSU Jati Husada Karanganyar berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang mengutamakan keselamatan pasien dan kebutuhan masyarakat.

Alamat: Jl. Raya Solo–Tawangmangu KM 10,3, Jati, Jaten, Karanganyar
emergency Call : 0271 - 6497619

Informasi & Layanan: 0895-0530-7522
Website: rsjatihusada.com
Instagram: @rsujatihusada
TikTok: @rsujatihusada

RSU Jati Husada Karanganyar
“Menjadi Rumah Sakit Pilihan Masyarakat”


Artikel ini merupakan informasi edukasi kesehatan dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun penanganan langsung oleh tenaga kesehatan.

Daftar Pustaka

1) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2025). Keputusan    Menteri  Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/560/2025 tentang Pedoman      Penyelenggaraan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif di  Rumah Sakit. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

2) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2024). Buku Ke sehatan Ibu   dan Anak (Buku KIA). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

3) World Health Organization. (2022). WHO Recommendations on Maternal and Newborn Care for a Positive Postnatal Experience. Geneva: WHO.

4) dr. Medita P., Sp.A. (2026). IHT PONEK: Pelayanan Obstetri & Neonatal Emergensi Komprehensif Dan Resusitasi Neonatus. Materi presentasi pelatihan internal.